Showing posts with label Konferensi. Show all posts
Showing posts with label Konferensi. Show all posts

Friday, April 3, 2015

Konferensi Sakyadhita: Tema Konferensi

Sakyadhita
Konferensi Internasional ke-14
Yogyakarta, Indonesia | 23-30 Juni 2015


Conference Theme: “Compassion & Social Justice”
Tema Konferensi: "Welas Asih & Keadilan Sosial"

Compassion & Inner Transformation
Welas Asih & Transformasi Batin

Yuanwu Keqin’s Chan Praxis: Teaching for Women
Yuanwu Keqin: Chan Praxis - Pendidikan untuk Wanita
            Fen-Jin Wu

The Rearranged Roles of Buddhist Nuns in the Modern Korean Sangha: A Case Study of Practicing Compassion
Pengaturan Ulang Peran-peran Biarawati Buddhis dalam Sangha Korea Moderen: Sebuah studi kasus mengenai Pelatihan Welas Asih
            Hyo Seok Sunim

Vipassana & Pain: A Case Study of Taiwanese Female Buddhists Who Practice Vipassana
Vipasana & Rasa Nyeri: Studi Kasus Wanita Buddhis Taiwan yang Berlatih Vipasana
            Shiou-Ding Shi

Buddhist and Living with HIV: Two Life Stories from Taiwan
Buddha dan Hidup bersama dengan HIV: Dua Cerita Kehidupan dari Taiwan
            Wei-yi Cheng

Teaching Dharma in Prison
Melatih Dharma di Lembaga Pemasyarakatan
            Robina Courtin

Monday, March 23, 2015

Sejarah Wanita dalam Buddhisme Indonesia: 2

Bhikkhuṇīs dan Pertapa Perempuan Indonesia: Kilasan Sejarah dan Survei Terminologi

Artikel oleh Tathālokā Bhikkhuṇī  
Pengantar oleh Ādhimuttā Bhikkhuṇī

Ini adalah bagian kedua dari seri Sejarah Wanita dalam Buddhisme yang merupakan ekstrak dari jurnal oleh Ayyā Tathālokā’s berjudul“Light of the Kilis: Our Indonesian Bhikkhuni Ancestors.” Tulisan ini memberikan ringkasan terminologi dan sejarah, mengupas tentang monastik Buddhis wanita dan pertapa wanita zaman dulu di kepulauan Inodnesia yang digali  lewat catatan perjalanan, tradisi oral, prasasti, monumen dan patung-patung yang membawa konteks kultul dan sejarah. 

__

Para Wikuni dan Kili: Rangkuman Terminologi Indonesia untuk Pertapa, Guru dan Orang Suci Wanita 

Kata wikuni dalam Bahasa [1] mempunyai akar bahasa dari kata bahasa India bhikkhuṇī dalam bahasa Pali dan bhikṣuṇī dalam bahasa Sansekerta. Bentuk maskulin dari kata ini adalah wiku,[2] bhikkhu/bhikṣu. Dalam teks-teks bahasa Indonesia, seperti dalam teks India, [3] kata ini juga untuk merujuk pada pertapa monastik pria dan wanita secara kolektif.
Wikuni kini diterjemahkan ke bahasa Indonesia sebagai pendeta Buddha (seorang “pandita Buddhis”), yang kali ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi “pastor Buddhis” atau “penginjil.”

Photo 1:  Bhikkhuṇī-bhikkhuṇī dipahat di batu
Bahasa Indonesia kuno dan teks-teks kuno penuh dengan kata-kata yang mendeskripsikan pertapa religius wanita. Kata kili mungkin adalah kata yang paling terkenal di antaranya. Dalam bahasa Indonesia, kata-kata diulang untuk menyatakan bentuk jamaknya, sehingga dikenal sebagai kili-kili.

Beberapa cendikiawan mengatakan bahwa kili adalah murni bahasa Indonesia. Yang lainnya mengatakan mungkin kata ini berasal dari bahasa India giri yang berarti “gunung,” dan juga digunakan dalam bahasa Sansekerta untuk merujuk pada pertapa di India. Gunung, formasi gunung, dan goa-goa punya sejarah panjang sebagai yang disucikan, dan dalam kosmologi kuno, gunung adalah wanita. Kili-kili sering diasosiasikan dengan retret pertapa-pertapa di gunung-gunung, sehingga mereka sering disebut pertapa wanita.

Thursday, March 5, 2015

Konferensi Sakyadhita ke-14: Kasih Sayang & Keadilan Sosial

Setiap dua tahun, Sakyadhita mengadakan pertemuan untuk berbagi riset dan pengalaman dan proyek-proyek untuk meningkatkan taraf kehidupan perempuan buddhis khususnya perempuan di negara berkembang. Konferensi tahun 2015 ini memilih tema penting Kasih Sayang dan Keadilan Sosial.

Selama ratusan tahun, wanita-wanita Buddhis berkontribusi pada kesejahteraan spiritual dan sosial komunitas mereka. Tapi mereka jarang dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan kontribusi mereka dilupakan.

Konferensi di Indonesia ini akan menjadi ajang bagi para wanita (dan pria) untuk berdiskusi dan membangun koneksi yang lebih baik lagi antara Dharma dan kesejahteraan sosial dan politik para wanita. Bersama-sama, kita mengeksplorasi bagaimana kasih sayang dan keadilan sosial serta perkembangan spiritual dapat membantu membentuk dunia yang lebih damai dan sejahtera.

Pendaftaran telah dibuka untuk peserta dari Indonesia dan internasional. Early bird akan mendapatkan harga spesial. Silakan isi dan email formulir pendaftaran ini


Tentang Sakyadhita
Sakyadhita International Association of Buddhist Women Sakyadhita berarti “puteri Buddha”, Asosiasi Wanita Buddhis Internasional, didirikan atas kesepakatan Konferensi Wanita Buddhis Internasional yang pertama kali diselenggarakan di Bodhgaya, India, pada tahun 1987 atas prakarsa Dalai Lama. Konferensi ini terlaksana atas inisiatif dari Ayya Khema dari Jerman, Bhiksuni Karma Lekshe Tsomo dari Amerika, dan profesor dari Thailand yakni Chatsumarn Kabilsingh (sekarang Bhiksuni Dhammananda).

Tujuan organisasi ini menggabungkan perempuan Buddhis dari negara dan tradisi yang berbeda, untuk mempromosikan kesejahteraan mereka dan untuk memfasilitasi pekerjaan mereka untuk membawa manfaat bagi kemanusiaan. Anggota Sakyadhita sekarang hampir 2.000 anggota di 45 negara di dunia.


Detil
Lokasi: Sambi Resort Jl. Kaliurang km 19.2 Desa Wisata Sambi Pakembinangun - Sleman, Yogyakarta
Telp : +62.274.4478.666
Fax : +62.274.4478.777

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Sherly   :  +62.815.9552.552
Elwiana : +62.812.1288.122
Pin BB   : 7D21CF1E
Mail      : info@sakyadhita-indonesia.org
Site       : www.sakyadhita-indonesia.org, www.sakyadhita.org


Mau Membantu? 
Dibuka kesempatan untuk menjadi sukarelawan (volunteer). Anda akan bisa berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai negara dan membuka wawasan serta pertemanan. Anda bisa membantu di bidang interpreter/terjemahan, tour guide, logistik, ketua sukarelawan, kesehatan/kesejahteraan, konsumsi, kebersihan, jasa bagi penyandang cacat.

Silakan isi dan email formulir sukarelawan ini.
Info lengkapnya di sini.

Wednesday, March 4, 2015

Kesempatan Sukarelawan di Konferensi Sakyadhita Ke-14

Indonesia mendapatkan kehormatan sebagai tuan rumah Konferensi Internasional Sakyadhita ke-14 tahun 2015. Konferensi kali ini mengambil tema Compassion & Social Justice (Kasih Sayang & Keadilan Sosial) dan akan diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 23-30 Juni 2015, dilanjutkan dengan temple tour pada tanggal 1-2 Juli 2015. Konferensi ini akan dihadiri peserta dari lebih dari 40 negara dengan latar belakang tradisi yang berbeda.

Untuk itu, dibuka kesempatan untuk menjadi sukarelawan (volunteer) di berbagai pos! Bagi yang berminat, silakan baca info selengkapnya di poster berikut: