12 Monumen & Situs di Jawa yang Berhubungan dengan Wanita Buddhis & Bhikkhuni
Ekstrak Artikel Tempat Bersejarah: Tathālokā Bhikkhuṇī,
Peta: Ānandajoti Bhikkhu,
Pengantar: Ādhimuttā Bhikkhuṇī and all,
Layout: Ānagarikā Michelle
Komunitas monastik dan umat awam Buddhis dari seluruh dunia tengah bersiap-siap berkunjung ke Indonesia untuk menghadiri Konferensi Sakyadhita ke-14 di Yogyakarta. Bagi yang tertarik pada sejarah wanita Buddhis dan Sangha Bhikkhuṇī/Bhikṣuṇī masa lampau di Indonesia, kami akan berbagi info tentang beberapa tempat-tempat bersejarah yang layak dikunjungi.
Ini akan memperkaya pengalaman para peserta Konferensi melalui pembelajaran intelektual maupun melalui pengalaman langsung, dan agar orang-orang yang tidak dapat hadir dapat pula belajar dan meningkat pengetahuannya dan mendapatkan manfaat dari jauh.
Bulan-bulan sebelum Konferensi di Borobudur di bulan Juni nanti, yaitu dari Maret hingga Mei, kami akan meluncurkan serangkaian post yang diringkas dari jurnal karya Ayyā Tathālokā's "Light of the Kilis: Our Ancient Bhikkhuṇī Ancestors", yang diriset dan dipersiapkan untuk Konferensi Sakydhita-Borobudur.
Post yang berisi ekstrak ini akan memberikan informasi mendalam tentang berbagai aspek Sejarah Wanita dalam Buddhisme di Indonesia, banyak yang berhubungan dengan tempat-tempat bersejarah yang dibicarakan di sini.
Lokasi terakhir, Borobudur dan sekitarnya, akan diangkat dan dipresentasikan di Konferensi itu sendiri, dan para peserta akan mengunjungi Candi Borobudur. Saat Konferensi, kami berharap untuk menawarkan panduan dalam bentuk pdf yang dapat diunduh yang berisi sejarah dan seni dari tempat-tempat bersejarah yang berhubungan dengan para wanita Buddhis Indonesia yang kita bicarakan di blog post yang disajikan di serial ini.
Peta dan informasi di sini memberikan pengantar singkat tentang beberapa lokasi di Jawa yang kami rasa akan bermanfaat untuk diketahui terlebih dahulu, dan mungkin dapat direncanakan untuk dikunjungi.
I. Yogyakarta (Daerah penyelenggaraan Konferensi Sakyadhita: Dataran Prambanan dan Yogyakarta)
II. Malang (Kota Malang dan sekitarnya)
III. Jakarta
I. Area Yogyakarta
1. Candi Kalasan Tārā BhavanamMonumen Ārya Tārā
Prasasti Terkuno Tārā di dunia
Candi Tertua di Dataran Prambanan
![]() |
Ārya Tārā image over the lintel at Tārā Bhavanam / Candi Kalasan. Photo credit: https///naliam.files.wordpress.com/2009/04/candikalasan2528172529.jpg |
Resources:
1. Kalasan Wikipedia Page
2. Map
3. Kalasan inscription
2. Candi Plaosan
Dual Cloister (Men’s and Women’s) Monastery/Shrine
Ubhato Sangha Bhikkhus’ and Bhikkhuṇīs’ Monastery
Menurut prasasti, vihara dengan dua sangha Candi Plaosan didirikan demi arus imigran India dari Gujarat. Candi itu memiliki vihara bagian utara (Plaosan Lor) yang diduga adalah tempat untuk monastik pria karena adanya gambar-gambar pria, dan vihara bagian selatan (Plaosan Kidul) diduga adalah monastik wanita karena gambar-gambar wanita.
Kompleks besarnya melingkupi keduanya, ditambah dengan area bersama di antara keduanya. Situs ini membawa kemiripin dengan kompleks vihara goa pahat yang terkenal, yaitu Ajanta dan Ellora, di Ghats Barat Maharashtra di India. Plaosan didirikan oleh "Ratu Baginda" Buddhis -- Śrī Kahulunnan, yang mungkin adalah Ratu Tārā atau anak perempuan dari Ratu Śrī Sanjiwana Pramodhawardhani.
Resources:
1. Plaosan Wikipedia page
2. Map, Plaosan images
3. “Unveiling Bhikkhunis in Oblivion” oleh Rupali Mokashi
4. Article on Candi Plaosan dual monastery
5. Image of Tārā at Candi Plaosan, Plaosan Sita Mañjughoṣa Mañjuśrī image
6. Queen Śrī Sanjiwana Pramodhawardhani’s personal memorial temple: Candi Sajiwan (Sojiwan)
3. Candi Sewu
Candi Keharmonisan Religius Mañjuśrī
![]() |
Prāsāda Vajrāsana Mañjuśrī-gṛha di Candi Sewu Photo credit: https://kartuwayang.wordpress.com/2013/05/23/candi-sewu/ |
Ratu Baginda Buddhis Śrī Kahulunnan juga mendirikan candi-candi pervara di Candi Mañjuśrī temple. Candi/vihara ini didedikasikan secara utama untuk keharmonisan religius antara Triratana Buddhis dan Trimurti Hindu, dimana keduanya dipresentasikan di tengah rupa Mañjuśri. Nama lengkap candi itu adalah Prāsāda Vajrāsana Mañjuśrī-gṛha dan secara umum dikenal sebagai Candi Sewu. Candi Sewu, diketahui melalui prasasti-prasasti, telah didedikasikan sebagai vihara dan dipersembahkan kepada monastik Sangha Buddhis.
Resources:
1. Candi Sewu Mañjuśri image (sekarang ada di Museum Tropen)
2. Original layout of Candi Sewu with surrounding pervara temples
3. Candi Sewu aerial view
4. Candi Borobudur
Dikenal dengan nama Candi Borobudur, monumen terkenal secara global ini awalnya bernama Kamūlān Bhūmisambhāra “Monumen Tingkat-tingkat [Jalan].” Menurut prasasti-prasasti, Ibunda Ratu Buddhis Śrī Kahulunnan mendirikan dan meresmikan sīma ini dan memberikan dana-dana religius di Borobudur. Gambar-gambar bhikkhuṇī/bhikṣuṇī ada di tiga level/tingkat di monumen ini—yaitu di level Jātaka, Divyāvadāna, and Gandavyūha levels—dan kemungkinan adalah gambar-gambar hidup paling tua yang ditemukan tentang bhikkhu/bhiksu lokal/india dan sangha bhikkhuni/bhiksuni masa ini.
5. Gedung Songo & Dieng Plateau
Candi Tertua di Indonesia, didirikan oleh Ratu Sima
Ratu Sima (Ratu Shima, Skt: Siṃha) dari Kalinga (Holing, 訶陵) dikenal luas untuk kesetaraan, kejujuran dan keadilan yang ketat beliau. Beberapa kebijakannya terus menginspirasi hukum dan pemerintahan Singapore (Simhapura) masa kini. Kalinga Indonesia diperkirakan dinamai berdasarkan Kalinga, saat ini disebut Odissa dan Andhra Pradesh, di India. Nama ini masih dipertahankan di Kota Keling masa kini. Ratu Sima dikenal telah mendirikan empat kompleks candi tertua di Indonesia di Dataran Dieg dan Gedung Songo (puncak bukit di atas stasiun Ambarawa dari jaman Belanda). Putrinya Parvati, pendiri kerajaan Tarumanegara/Dhamanagara yang bertetanggaan, dimana prasasti bahasa Jawa tertua ditemukan.
Jarak Dari Ke 80 km Borobudur Dieng Plateau 59 km Borobudur Gedung Songo
1. Map for both Kalinga and Tarumanegara
2. Images of earliest Javanese inscriptions
3. Queen Sima of the Kalingga
4. Gedung Songo temples, temples of Dieng Plateau
6. Ratu Boko Abhayagiri-vihāra
Biara Internasional Kuno untuk Monastik Abhayagiri-vihāra Sri Lankan
Candi Ratu Boko terletak di atas bukit di Dataran Prambanan dan adalah situs kuno Abhayagirivihāra. Prasasti yang berasal dari abad 792-3 Masehi menghubungkan situs ini dengan monastik Abhayagirivihāra Internasional dari Sri Lanka, yang kepadanya-lah situs ini dipersembahkan awalnya. Situs ini juga didedikasikan kepada Padmapāṇi Avalokiteśvara, dan terdapat gua petapa pria (gua lanang) dan gua petapa wanita (gua wadon). Mungkin situs ini adalah tempat bagi petapaan dan meditasi sebelum didirikannya vihara pada abad ke-8.
Resources:
1. Ratu Boko UNESCO World Heritage Site
2. Ratu Boko inscriptions: II, III
II. Malang dan Sekitarnya
7. Ken Dedes Monument
Patung Modern Prajñāpāramitā dari Ken Dedes dan Taman
Ken Dedes disanjung oleh seorang suci sebagai Ardhanārīśwari (Skt: Ardhanārīśvara); dan seorang Strī Nareśwarī (“Wanita Humanitas”), dengan kekuasaan yang ditemukan dalam satu dinasti kerajaan. Ken Dedes dikenal sebagai figur seminal dalam sejarah Jawa, karena ia dianggap bukan hanya sebagai ratu pertama dinasti Singhasari (Singosari) dynasty, tetapi juga leluhur matriakal dari beberapa abad kepemimpinan keturunan Singhasari dan Majapahit.
![]() |
Ken Dedes Prajñāpāramitā Memorial Park, Malang Photo credit: https://auvijanfamily.wordpress.com/2012/06/12/weekend-di-museum-nasional-ri/ |
1. Ardhanarishvara Wikipedia page
2. Kendedes Monument (with contemporary image), Malang, East Java
3. Map
8. Candi Singosari
Situs makam patung Gāyatrī Rājapatni Prajñāpāramitā
Monumen pendiri kerajaan Singosari Majapahit yang berhubungan dengan Ken Dedes dan Gāyatrī Rājapatni
Gāyatrī Rājapatni (Gayatri Rajapatni) adalah peribuan dari kerajaan Majapahit, dan pensiun di masa tuanya ke dalam kehidupan bhikkhuṇī setelah menyerahkan tampuk kerajaan kepada putrinya Tribhuvana Wijayatunggadevi sebagai rajāputrī. Kamal Pandak disucikan oleh master Buddhist Jñanawidhi sebagai Prajñāpāramitā-puri pada tahun 1362 sebagai penghormatan kepada Gāyatrī Rājapatni. Candi Singosari juga dikenal sebagai situs berdirinya Kerajaan Majapahit, dan oleh karena itu juga sangat dekat dengan Ken Dedes. Di sanalah ditemukannya Gāyatrī Dharmacakrapravartana-mūdra (“Turning the Wheel of the Dharma”) Prajñāpāramitā image no. 2, yang sekarang sudah tidak berkepala, yang saat ini berada di Rijksmuseum di Belanda.
Resources:
1. Image found at Singosara (now at Rijksmuseum)
2. Map
9. Candi Jago aka Candi Jajagyu
Five-peaked Rock temple modelled on Mt. Meru
Original site of Amoghapāśa Sādhana Bhrikutī
Gambar Bhrikutī (Bhṛkutī) dulunya ada di Candi Jago (Candi Jajagyu) di Malang, namun saat ini ada di Rijksmuseum di Belanda. Di candi ini, teman-teman Bhrikutī’ di dalam teks-teks meditasi Sakyaśrībhadra Amoghapaśa Sadhana ditemukan, yaitu Tārā Hijau yang penuh welas-asih dan Sudhana-kumāra di satu tangan Amoghapāśa Avalokiteśvara serta Bhrikutī dan Hayagrīva di tangan lainnya—satu pentagonal yang dikelilingi oleh lima dhyāni buddhas laki-laki dan perempuan beserta lima puncak. Dalam Amoghapāśa Sādhana yang direpresentasikan di sini, Bhrikutī dan Hayagrīva merepresentasikan sisi keras dari welas-asih untuk menyeimbangi kelembutannya.
Resources:
1. Jago Temple Wikipedia page
2. Candi Jago Bhrikutī at the Rijksmuseum
3. Candi Jago Amoghapāśa Avalokiteśvara at the Metropolotin Museum of Art (very similar in appearance and implements to Bhrikutī)
4. Who is Amoghapāśa Avalokiteśvara (Ch. 不空羂索, Tib. Don yod zhags pa)?
5. Map
10. Gua Saelomangleng Ascetic Caves of Kili Devi Suci
![]() |
Gua Saelomangleng untuk Devi Kili Suci di Kediri yang terletak di Gunung Klothok Photo credit: http://www.thearoengbinangproject.com/ gua-selomangleng-kediri/ |
Jarak Dari Ke 244 km Yogyakarta Gua Selomangleng
1. Map
11. Candi Gāyatrī di Boyolangu
Ruins of Mortuary Monument of Gāyatrī Rājapatni as Prajñāpāramitā
![]() | ||
![]() |
Tanah yang disucikan sebagai Viśeṣa-pura, Candi Gāyatrī di Boyolangu. Photo credit: https://travellers2009.wordpress.com/2011/01/01/membentangkan-sayap-hingga-candi-candi-tulungagung/. |
Jarak Dari Ke 229 km Yogyakarta Candi Gayatri
1. Images, more images
2. * Candi Gayatri, dusun Boyolangu, kalurahan Boyolangu, kecamatan Boyolangu, kabupaten Tulungagung, Jawa Timur
III. Jakarta
12. Museum Nasional JakartaTempat patung Prajñāpāramitā yang terkenal
![]() |
Patung Prajñāpāramitā yang terkenal di Museum Nasional Jakarta (l) dari sampul buku Earl Drake’s Gayatri Rajapatni: Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit. |
Resources:
1. Map for Jakarta National Museum
2. “Uncovering the Woman Behind Majapahit” in the Jakarta Post
3. Related Prajnaparamita image by Ajahn Vimalo with contemporary bhikkhuṇīs at Aloka Vihara
__
Artikel lainnya dalam seri "Sejarah Wanita dalam Buddhisme Indonesia":
1. Bagian 2: Bhikkhuṇīs dan Pertapa Perempuan Indonesia: Kilasan Sejarah dan Survei Terminologi
2. Bagian 3: Bhikkhuṇī Manimekalai dari India Selatan ke Jawa
3. Bagian 4: Jaringan Buddhis Internasional, Kepemimpinan Bhikkhunīs dan Wanita di Laut Indonesia Selatan pada Abad Ke-5 hingga Ke-7
4. Bagian 5: Misteri Dewi Kili Suci – Putri Mahkota Bhikkhuni Petapa Abad Ke-11 dan Goa Selomangleg
__
No comments:
Post a Comment